FOOD / GOURMET

KOFFEE MAMEYA, Merasakan Pengalaman Minum Kopi Terunik di kota Tokyo yang Sibuk.

Warung kopi unik di Jingu Mae, Shibuya

Jingu Mae, Shibuya menawarkan pengalaman unik minum kopi bagi para pecinta kopi. Pengalaman unik minum kopi ini memberikan pelanggan pilihan kopi yang cukup beragam, menyediakan minuman kopi original tanpa tambahan susu yang dibuat oleh barista professional, dan tak kalah menariknya pelanggan bisa mengikuti pelatihan kopi secara gratis.

20170730-17-1-koffee-mameya

Saya merupakan penggemar berat kopi sejak duduk di bangku kuliah dan juga karena negara saya Indonesia memiliki kopi yang cukup beragam untuk dinikmati. Jika disuruh memilih, saya lebih suka minum espresso dan americano dibandingkan latte. Menurut saya pribadi, keharuman aroma dan rasa kopi bisa menyegarkan pikiran dan kondisi badan di tengah kesibukan jadwal sehari-hari.

20170730-17-2-koffee-mameya

20170730-17-3-koffee-mameya

Suatu hari, saya berjalan-jalan di sekitar Jingu Mae,Shibuya dekat toko Apple Omotesando. Saat itu saya menemukan sebuah bangunan unik berwarna hitam. Pada awalnya saya tidak tahu itu bangunan apa namun cukup mencolok karena warna bangunan luar hitam yang sangat kontras dengan bangunan di sekitarnya. Tidak ada plakat atau papan nama di luar bangunan namun hanya ada simbol berupa logo kotak warna emas berjumlah 36 kotak. Saat saya mencoba masuk ke dalam, saya terkejut karena ternyata bangunan itu adalah sebuah warung kopi dan toko biji kopi. Nama warung tersebut yaitu KOFFEE MAMEYA. Mame merupakan bahasa Jepang yang berarti biji dan ya berarti warung. Warung kopi ini juga menjual minuman kopi hitam selain biji kopi namun minuman kopinya hanya disajikan tanpa susu untuk menyorot keunikan dan kekuatan rasa kopi tersebut.

20170730-17-4-koffee-mameya

20170730-17-5-koffee-mameya

20170730-17-6-koffee-mameya

Interior warung kopi ini cukup mewah karena disorot oleh lampu dengan intensitas kecil dan warna yang hangat sehingga membuat suasana menjadi elegan, dinding di belakang barista didekor dengan bingkisan biji kopi yang memiliki desain minimalis elegan, dan juga barista menggunakan seragam khusus yang desainnya sangat cocok dengan interior warung kopi. Ada sekitar 15 hingga 50 jenis biji kopi yang dijual dengan berat masing-masing 150gram. Biji kopi berasal dari beberapa negara termasuk kopi Mandheling yang berasal dari Pulau Sumatera, Indonesia. Harga cukup beragam yaitu ¥1200 untuk harga paling rendah dan mencapai ¥3500 untuk harga tertinggi. Satu keunikan dari warung kopi ini yaitu kartu “karute”. Kartu ini berisi profil kopi yang kita suka, catatan pembelian biji kopi, dan komentar. Kartu ini dimaksudkan supaya pegawai warung kopi KOFFEE MAMEYA bisa mengetahui sejarah pembelian pelanggan dan bisa memberkan rekomendasi untuk pembelian berikutnya. Selain itu, pelanggan bisa mengikuti pelatihan kopi gratis pada hari Senin hingga Jumat pada pukul 6 sore hingga pukul 7.

20170730-17-7-koffee-mameya

Sewaktu pertama kali saya datang ke warung kopi ini, saya memberitahu barista bahwa saya suka kopi Mandheling dari Sumatera dan juga menyukai kopi dengan aroma wangi dengan rasa yang lembut. Setelah itu barista merekomendasikan kopi dari Costa Rica bernama Brumas. Rasanya unik, lembut seperti ada aroma cokelat, dan karakternya menyerupai dengan apa yang telah dijelaskan oleh barista.

Menurut saya KOFFEE MAMEYA ini merupakan tempat yang saya rekomendasikan bagi para pecinta kopi hitam. Kopi yang dijual memiliki kualitas biji kopi yang baik dan penyajian yang sangat tepat sehingga rasanya enak. Selain rasa, suasana ruang di warung ini dan identitas produk nya sangat indah jadi untuk para desainer, arsitek atau penikmat seni, tempat ini merupakan tempat yang harus dikunjungi untuk mendapat pengalaman minum kopi yang  unik di Tokyo.

【INFORMASI】

Nama toko : KOFFEE MAMEYA
Alamat : 4-15-3 Jingu-mae, Shibuya-ku,Tokyo 150-0001 Japan
Jam bisnis : 10:00-18:00
Pelatihan kopi gratis ( Senin-Jumat) : 18:00-19:00
Harga : ¥350 to ¥900 (harga minuman)
¥1200 to ¥3500 (harga biji kopi)

URL : http://www.koffee-mameya.com/
Peta